Pernah nggak sih kamu dapat pesan WhatsApp yang saking bikin kagetnya, sampai harus dibaca berkali-kali buat memastikan kalau itu bukan prank atau spam? Nah, itulah yang persis saya rasakan beberapa waktu lalu.
Sebuah notifikasi masuk, dan ternyata pihak Exabytes menghubungi saya secara resmi via WhatsApp. Isinya? Mengabarkan bahwa website yang selama ini saya kelola, Ibnusta.com, berhasil masuk nominasi Web Excellence Award di ajang bergengsi Indonesia Website Awards (IWA). Jujur, rasanya campur aduk. Ada rasa tidak percaya, tapi di sisi lain haru juga luar biasa.
Sebagai seorang kreator digital yang berkarya dari daerah (halo, Pringsewu!), diakui di level nasional rasanya seperti mimpi yang kejauhan. Tapi, melihat undangan fisik untuk hadir langsung di malam penganugerahan di Jakarta yang dikirimkan ke saya, saya sadar ini beneran nyata. Tanpa pikir panjang, saya putuskan Saya harus berangkat!
Target saya waktu itu simpel. Menang atau kalah urusan belakangan. Saya cuma ingin menyerap ilmu dari para pakar industri digital dan memperluas networking dengan orang-orang hebat di ibu kota. Pengalaman adalah piala utama saya saat itu.

10 Juni, 22:00 WIB: Menembus Malam dari Pringsewu
Perjalanan epik ini dimulai tanggal 10 Juni malam. Tepat jam 10 malam, saya meluncur dari rumah di Pringsewu, Lampung, menembus keheningan malam menuju Pelabuhan Bakauheni. Jam di dasbor mobil menunjukkan hampir tengah malam ketika roda kendaraan akhirnya menyentuh area pelabuhan.
Proses masuk ke kapal berjalan mulus. Di atas kapal yang perlahan membelah Selat Sunda, saya menghabiskan waktu melihat gelapnya laut sambil membayangkan, bakal kayak apa ya acara di Jakarta besok?
Kapal bersandar di Pelabuhan Merak saat fajar belum sepenuhnya muncul, sekitar jam 4 pagi. Lelah? Pasti. Tapi rasa excited berhasil mengalahkan kantuk. Dari Merak, saya langsung tancap gas ke rumah saudara di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, dan tiba sekitar jam 10 pagi. Mandi, beres-beres, dan memaksakan diri tidur sebentar demi menjaga stamina untuk acara sore harinya.

Deheng House Kemang
Jam 2 siang, saya bergerak dari Pamulang menuju venue acara di Deheng House, Kemang, Jakarta Selatan. Alhamdulillah, jalanan Jakarta siang itu lumayan bersahabat. Perjalanan pas satu jam, dan saya tiba tepat jam 3 sore saat acara mulai bersiap.
Atmosfer Deheng House Kemang hari itu benar-benar luar biasa. Profesional, modern, tapi tetap hangat. Di ruangan itu, berkumpul para web developer, praktisi IT, perwakilan instansi pemerintah, dan pegiat digital dari berbagai daerah.
Acara dibuka dengan materi-materi yang "daging" banget. Salah satu yang paling membekas buat saya adalah sesi dari Drs. Slamet Aji Pamungkas, M.Eng (Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN) yang membahas krusialnya keamanan siber di era modern. Ditambah lagi, ada sharing session seputar AI di industri kreatif digital dari influencer ternama, Reza Erfit. Saya duduk khidmat mencatat banyak insight baru untuk masa depan pengembangan web saya.


Plot Twist Terindah Membawa Pulang 'Site of the Year'
Ini dia momen yang paling bikin deg-degan: pembacaan nominasi Indonesia Website Awards.
Saat kategori Web Excellence Award dibacakan, nama saya dan Ibnusta.com dipanggil! Wah, rasanya lega dan bersyukur banget. Perjalanan menyeberangi laut dan menembus jalan tol seketika terbayar lunas.
Tapi ternyata, kejutan sesungguhnya baru saja dimulai.
Panitia beralih ke kategori paling prestisius, puncaknya malam itu: Site of the Year. Saya tahu kategori ini ada, tapi jujur, saya sama sekali nggak berani berekspektasi. Lawannya ratusan website hebat se-Indonesia! Kita harus realistis, kan?
Lalu, MC membacakan pemenangnya... dan nama saya muncul lagi di layar besar! Saya shock, kaget setengah mati, sampai rasanya mau lompat. Malam itu, saya memborong DUA penghargaan sekaligus! Malam-malam panjang coding, debugging, dan ngopi sampai pagi buat ngurusin web ini akhirnya dihargai sebegitu tingginya di panggung Deheng House.


Pengalaman Konferensi Pers Pertama
Setelah acara resmi selesai, suasana jadi lebih santai. Waktunya makan malam prasmanan! Baru saja saya mau ambil piring karena perut sudah keroncongan, seorang panitia mendatangi saya. Saya diminta merapat ke area khusus untuk sesi konferensi pers bersama media.
Di sana, sudah standby rekan-rekan wartawan dari media massa nasional, seperti Rakyat Merdeka (RM.ID), Koran Jakarta, Olenka, Kontan, dan banyak lagi. Kamera jepret sana-sini.
Mereka bertanya banyak hal: Apa motivasi awal mensubmit web ke IWA? Bagaimana proses pembuatannya? Apa tantangan terbesarnya? Saya jawab semuanya mengalir begitu saja, menceritakan proses panjang di balik layar. Setelah beres diwawancara, barulah kami makan bareng, ngobrol santai, dan diskusi soal tren digital bareng para wartawan. Asli, pengalaman yang seru banget.

Bikin Kaget Sahabat di Bekasi
Malam itu saya kembali ke Pamulang dan langsung tepar. Tapi, keesokan harinya saya sudah punya agenda lain yang nggak kalah seru, main ke Bekasi.
Tujuan saya adalah menemui sahabat masa kecil dari kampung halaman yang sekarang merantau dan bekerja di Ninetysix Barbershop Cabang Bekasi. Saya naik KRL dan lanjut GrabCar, sampai di sana sekitar jam 11 siang.
Begitu saya masuk ke barbershop, ekspresi wajah teman saya itu benar-benar priceless. Dia kaget luar biasa karena selama ini saya terkenal sebagai "anak rumahan" yang jarang banget keluyuran jauh. Kami akhirnya asyik kumpul, cerita-cerita, dan makan siang bareng.

Perjalanan Pulang Membawa Kebanggaan
Sore harinya, saya kembali ke Pamulang (bahkan ditemani sahabat saya itu yang kebetulan ada perlu ke cabang Tigaraksa). Setelah mengemas barang, jam 10 malam saya memulai perjalanan panjang pulang ke Sumatera.
Di perjalanan pulang kali ini, beban di pundak rasanya menguap. Berganti dengan rasa bangga dan senyum yang nggak lepas-lepas. Setelah semalaman di jalan, saya akhirnya tiba dengan selamat di rumah Pringsewu jam 9 pagi keesokan harinya.
